BPK PENABUR Jakarta

Iman, Ilmu dan Pelayanan

Senangnya Bermain Matematika

http://tkk8.bpkpenaburjakarta.or.id/wp-content/uploads/sites/13/2013/06/Pics01-K08Achiv21Des2010.jpg

Di negeri dongeng tinggallah seekor macan dan bebek. Mereka sedang membic arakan hasil belajar mereka di sekolah. Macan mendapat nilai baik untuk pelajaran melompat namun untuk pelajaran berenang kurang baik. “Hal ini juga terjadi pada anak-anak. Anak yang satu dengan yang lain memiliki kemampuan yang berbeda untuk setiap bidang tertentu,” kata Kak Seto Mulyadi, Pakar dan Pengamat Pendidikan di dunia anak-anak dalam Seminar “Senangnya Bermain Matematika” pada 4 Oktober 2010 di Jakarta Desain Centre, Jakarta Barat.

Menurut Kak Seto, semua anak cerdas, ada anak yang cerdas dalam gambar, warna, bentuk dan sebagainya. Seringkali pelajaran Matematika menjadikan momok bagi anak-anak karena mereka merasakan kesulitan dalam berhitung. Namun, dengan bergerak atau kinestetik anak akan lebih mudah dalam belajar hitung menghitung.

Kak Seto juga mengatakan bahwa seorang pilot, tukang masak, bintang film, hair stylist sebenarnya dalam bekerja menggunakan hitungan Matematika tetapi dengan cara yang berbeda-beda. Pilot dapat menghitung seberapa jauh pesawat tersebut dapat terbang di udara, tukang masak dapat mengukur jumlah bumbu masak yang akan digunakan, bintang film dapat menghitung berapa lama ia akan berdialog dan hair stylist dapat mengukur berapa pendek rambut yang akan diguntingnya. Jadi, setiap anak mempunyai kemampuan berhitung tapi dengan cara yang berbeda-beda.

Setiap anak pada dasarnya senang belajar dan kreatif . Anak juga tidak ingin ada kekerasan dalam belajar, kekerasan dapat merusak minat belajar anak. Menurut Kak Seto, bukan hanya IQ (Intelligent Quotient) yang harus dikembangkan tapi juga CQ (Creativity Quotient) dan ada 8 kecerdasan, yaitu:

1. Kecerdasan Angka
2. Kecerdasan Kata
3. Kecerdasan Gambar
4. Kecerdasan Tubuh
5. Kecerdasan Teman
6. Kecerdasan Diri
7. Kecerdasan Alam
8. Kecerdasan Musik

Dengan demikian, ketika mengajarkan Matematika dapat dilakukan dengan bermain musik, melangkah, waktu, angka dalam lagu dan ketukan irama.
Kak Seto juga menekankan bahwa seorang guru yang profesional harus dapat menjadi seorang penyanyi, pendongeng, seniman, pelawak, ilmuwan dan sebagainya.

Ibu Titi Muhani dan Kak Seto berfoto bersama usai seminar. Tampak pada gambar, Kak Seto bangga menerima Tabloid PENABUR Jakarta

Ibu Titi Muhani dan Kak Seto berfoto bersama usai seminar. Tampak pada gambar, Kak Seto bangga menerima Tabloid PENABUR Jakarta

Sekolah Kristen BPK PENABUR – TKK 8 PENABUR Cawang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 2, 2013 by .
%d bloggers like this: