BPK PENABUR Jakarta

Iman, Ilmu dan Pelayanan

Kisah Sukses

Ilmuwan wanita penemu Radium dan Polonium Jarangnya ilmuwan wanita membuat Marie Curie menjadi sangat diperhitungkan. Apa lagi penemuannya dinilai berjasa. Apa saja sih penemuan seorang Marie Curie sehingga mampu meraih nobel? Marie Curie adalah seorang wanita imigran yang berusaha keras membantu meningkatkan prestise Prancis di dunia ilmiah. Berusaha untuk belajar dan terus belajar membuat Curie akhirnya menemukan radium dan polonium. Itu adalah hasil riset yang dia pelajari di Universitas Sorbonne, Paris. Curie juga menemukan bahwa thorium dapat memberikan sinar yang sama seperti uranium. Dia melanjutkan studi sistematis tentang berbagai senyawa kimia yang memberikan hasil mengejutkan. Kekuatan radiasi bergantung pada jumlah uranium dan thorium. Akhirnya, Curie menarik kesimpulan bahwa kemampuan memancarkan sinar radiasi tidak bergantung pada susunan atom dalam sebuah molekul. Hal tersebut harus dikaitkan dengan interior atom itu sendiri. Pada akhir abad ke-19, sejumlah penemuan Curie tersebut menjadi perintis bagi terobosan fisika modern. Tidak berhenti sampai disitu, Curie mencoba mempelajari alam yang juga mengandung biji uranium dan thorium. Hal itu menjadi hipotesis baru yang ditemukan Curie bahwa unsur baru yang jauh lebih aktif daripada uranium muncul dalam jumlah kecil sebagai bijih. Di tempat dia menuntut ilmu, Universitas Sorbonne, Paris, Curie juga banyak melakukan riset pengembangan. Akhirnya, dia mampu mengisolasi radium dari laboratorium sederhana milik orangtua nya. Sejak itu, Curie mulai sedikit demi sedikit menemukan radium dan polonium. Benda tersebut kemudian dikembangkan menjadi bahan pembuatan nuklir. Temuan Curie dikembangkan sebagai radiasi dalam pengobatan kanker. Dari berbagai penemuan itu, Curie di anugerahi sebuah nobel Fisika. Prestasinya yang luarbiasa mampu memahami kebutuhan untuk mengumpulkan sumber-sumber radioaktif secara intens. Persediaan yang dihasilkan menjadi intrument yang tak tertandingi. Radium D dan polonium yang telah terkumpul juga memberikan kontribusi yang sangat menentukan keberhasilan percobaan atau riset yang dilakukan pada sekitar 1930. Curie terus bekerja serta menyelidiki nuklir dan radioaktif di dalam laboratorium sederhana tanpa memikirkan dirinya. Bahkan, dia tidak mau mematenkan penemuan-penemuan itu. Sebab, dia berpegang teguh pada prinsip, “Ilmu pengetahuan adalah untuk umat manusia.” Beberapa bulan setelah penemuan-penemuannya itu, Curie meninggal akibat leukimia. Penyebabnya pun sungguh ironis, tindakan radiasi. Kontribusinya untuk fisika sangat besar. Tidak hanya karena dua hadiah nobel yang dia dapatkan, tetapi juga pengaruh yang sangat besar terhadap generasi-generasi berikutnya. Sumber : Jawapos September 2009

SMPK 2 PENABUR Jakarta, jl. Pembangunan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 5, 2014 by .
%d bloggers like this: