BPK PENABUR Jakarta

Iman, Ilmu dan Pelayanan

LIVE IN SMPK 5 PENABUR JAKARTA KE SUKABUMI

Live in ini adalah sebuah kegiatan dimana kita membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu yang berada diluar sana, itulah kewajiban kita sebagai umat Tuhan untuk saling membantu sesama karena Tuhan Yesus berkata dalam Matius 25:35-36 , 40“Sebab ketika aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus engkau memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing kamu memberi Aku tumpangan; 36ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku dalam Penjara kamu mengunjungi Aku; 40 Dan Raja itu akan menjawab mereka : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk aku.”

 Pada hari pertama kami mengunjungi tempat pembuatan mochi Lampion, di tempat pembuatan Mochi ini terdapat banyak sekali jenis-jenis mochi yang berbeda dari mochi yang lainnya seperti mochi wijen, mochi keju, dan masih banyak lagi. Begitu selesai dari tempat pembuatan mochi kami tiba di GKI Cibadak dimana para jemaatnya yang memberi kami tumpangan untuk tidur. Setelah ibadah pembukaan selesai kami pergi ke rumah yang menampung kami masing-masing.

Pada hari yang kedua kami memulai pelayanan kami di Desa Ciganas dimana kami harus mengajar anak SD Ciganas yang gedung nya hanya berfungsi 3 kelas dikarenakan kelas 1,2,3 sudah hampir rubuh. Untuk mencapai SD Ciganas kami menyewa angkot yang membawa kami turun melewati medan yang berbatuan, begitu kami sampai dibawah kami harus jalan naik keatas bukit yang tidak jauh tapi curamnya luar biasa. Mereka bersekolah hanya 2 jam saja, karena ruang kelas 4,5,6 digunakan untuk mengajar 1,2,3 dan harus bergantian. Pada saat tim saya masuk ke ruang kelas untuk mengajar kelas 2 mereka terlihat sangat kaku dan takut mungkin dikarenakan kami adalah orang baru. Kami bersama kelas 2 bermain sambil belajar. Akan tetapi apa yang kami harapkan tidak lah terjadi pada hari pertama kami mengajar.

Pada saat hari kedua mengajar, anak-anak kelas 2 tampak sangat gembira dan sangatlah terbalik dengan hari pertama kami mengajar di SD Ciganas. Kami bermain tebak gambar, pantomim (menebak apa yang dilakukan seseorang), bermain bola, tebak-tebakan, dan masih banyak hal lain yang kami lakukan selama kami ada di SD Ciganas. Begitu kami harus berpisah tidak mengajar mereka lagi, mereka tampak terlihat sedih dan mereka tampaknya ingin kami terus mengajar mereka. Setelah usai berpamitan dengan murid-murid SD Ciganas, selanjutnya kami yang berpamitan dengan para guru-guru yang berada di SD Ciganas. Setelah dari SD Ciganas kami balik kerumah yang menampung kami masing-masing dan makan siang. Setelah itu kami berkumpul dan kami melanjutkan perjalanan ke OISCA. Oisca adalah tempat lahan hijau dimana semua tanaman di budidayakan disanakan dan menggunakan pola organik, tidak menggunakan pestisida atau bahan kimia yang lainnya.

Disana terdapat banyak obat untuk tanaman yang di buat dari sisa kotoran binatang, seperti kotoran sapi, kerbau, dan lain lain. Dan setelah kami dari Oisca kami balik kerumah yang menampung kami. Setelah itu saya, Martin, Kevin, Joreinhard berfoto-foto di rel kereta api karena tidaklah mungkin di Jakarta bisa foto di atas rel kereta api. Setelah kami berfoto-foto di rel kereta api kami makan siang dan kami bermain di sungai yang mengalir dibawah jembatan rel kereta api, sungai nya bersih dan tidak terlalu kotor seperti di Jakarta, Cuma karena musim hujan makanya airnya menjadi coklat karena Lumpur yang berada di dalamnya tergerus. Kami sangat senang dan kami tidaklah pernah memiliki pengalaman seperti ini sebelumnya.

Pada hari yang terakhir, hari keempat kami beribadah sebelum kami pulang ke Jakarta, saat setelah ibadah selesai banyak anak perempuan yang menangis karena mereka sudah betah tinggal di Cibadak ini. Mereka kangen rumah tapi mereka nggak mau pulang. Sampai-sampai kakak Pembina yang dari Cibadak ikut-ikutan menangis. Sayapun sebenarnya masih mau tinggal di Cibadak, saya betah tapi apa boleh buat saya tetap harus balik ke Jakarta karena keluarga semua ada di Jakarta. Jadi banyak sekali kenangan yang tidak terlupakan di Cibadak.

#gallery-3
margin: auto;

#gallery-3 .gallery-item
float: left;
margin-top: 10px;
text-align: center;
width: 33%;

#gallery-3 img
border: 2px solid #cfcfcf;

#gallery-3 .gallery-caption
margin-left: 0;

/* see gallery_shortcode() in wp-includes/media.php */

Sekolah kristen BPK PENABUR Jakarta – SMPK 5 PENABUR Jakarta, Cipinang Indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 5, 2014 by .
%d bloggers like this: